KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari (Unismuh Kendari), khususnya Fakultas Ilmu Politik, memasuki era baru pembangunan infrastruktur yang komprehensif. Melalui program revitalisasi fasilitas kampus yang ambisius, institusi pendidikan ini berkomitmen menciptakan lingkungan akademik berkelas dunia yang mendukung pengembangan mahasiswa di era digital. Program senilai Rp 45 miliar ini menjadi investasi terbesar dalam sejarah Universitas Muhammadiyah Kendari dalam dekade terakhir.
Berita tentang peluncuran program revitalisasi infrastruktur kampus ini diumumkan secara resmi pada hari Senin, 9 April 2026, melalui konferensi pers yang dihadiri oleh pimpinan universitas, dosen, mahasiswa, dan perwakilan media massa di Aula Besar Fakultas Ilmu Politik Unismuh Kendari. Kehadiran berbagai stakeholder mencerminkan pentingnya inisiatif ini bagi pengembangan institusi pendidikan di Sulawesi Tenggara.
Latar Belakang dan Urgensi Pembangunan
Universitas Muhammadiyah Kendari, yang telah beroperasi sejak tahun 1989, telah memainkan peran signifikan dalam menghasilkan lulusan berkualitas di bidang ilmu politik dan administrasi publik. Namun, seiring dengan pertumbuhan jumlah mahasiswa yang mencapai lebih dari 4.500 orang per tahun akademik, fasilitas dan infrastruktur kampus dinilai mulai tidak memadai untuk menunjang kegiatan akademik secara optimal.
Dalam dokumen proposal yang diperoleh redaksi, terungkap bahwa kampus Unismuh Kendari menghadapi beberapa tantangan infrastruktur kritis. Gedung-gedung perkuliahan utama yang dibangun pada tahun 1995 memerlukan renovasi menyeluruh, perpustakaan pusat masih menggunakan sistem manual dalam beberapa layanan, laboratorium komputer belum dilengkapi dengan perangkat terkini, dan ruang-ruang diskusi mahasiswa masih minim.
“Kami telah menunda-nunda perbaikan infrastruktur selama bertahun-tahun. Namun, pertumbuhan akademik universitas kami tidak bisa lagi ditunda. Saatnya kami mengambil langkah nyata untuk memastikan mahasiswa mendapatkan fasilitas terbaik,” kata Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Jamaluddin Malik, M.Si., dalam konferensi pers pada Senin (9/4/2026).
Rincian Program Revitalisasi Infrastruktur
Program revitalisasi infrastruktur dibagi menjadi lima komponen utama yang akan diselesaikan dalam jangka waktu dua tahun, terhitung dari kuartal kedua 2026 hingga akhir 2028.
Pertama, pembangunan Gedung Pusat Studi Ilmu Politik dan Demokrasi senilai Rp 18 miliar. Gedung berlantai lima ini akan dilengkapi dengan 20 ruang kelas modern yang dilengkapi sistem audio-visual terintegrasi, 10 ruang seminar berkapasitas 50 hingga 100 orang, kantor dosen dengan fasilitas lengkap, dan fasilitas kafeteria-lounge untuk interaksi informal mahasiswa. Desain gedung juga mempertimbangkan aspek keberlanjutan lingkungan dengan pemasangan panel surya dan sistem pengelolaan air hujan.
Kedua, modernisasi Perpustakaan Pusat senilai Rp 12 miliar. Proyek ini mencakup digitalisasi koleksi buku yang mencapai 50.000 judul, implementasi sistem manajemen perpustakaan berbasis teknologi informasi, penciptaan digital library dengan akses 24/7, pembuatan 150 study carrel individual, dan pengadaan 50 unit komputer dengan akses internet berkecepatan tinggi. Perpustakaan yang diperluas ini akan menjadi jantung akademik universitas dengan kapasitas menampung 1.000 pengunjung secara bersamaan.
Ketiga, pembangunan Integrated Learning Center senilai Rp 8 miliar. Fasilitas ini akan menyediakan 15 laboratorium komputer modern dengan total 300 workstation, studio produksi konten digital dengan peralatan broadcast-quality, ruang smart classroom untuk pembelajaran interaktif, dan innovation hub untuk mahasiswa mengembangkan ide-ide kreatif.
Keempat, renovasi dan ekspansi asrama mahasiswa senilai Rp 4,5 miliar. Proyek ini meliputi pembangunan 200 unit kamar baru bertipe single dan double occupancy, fasilitas umum modern termasuk kantin, laundry, ruang olahraga, dan area bermain. Asrama didesain dengan standar internasional dan akan mengakomodasi mahasiswa dari berbagai daerah, terutama yang berasal dari luar Sulawesi Tenggara.
Kelima, pembangunan Sports and Wellness Complex senilai Rp 2,5 miliar. Kompleks olahraga dan kesehatan ini akan mencakup lapangan basket indoor, gym modern yang dilengkapi peralatan premium, kolam renang dengan panjang 25 meter, fasilitas yoga dan meditasi, serta medical clinic dengan tenaga profesional kesehatan.
Sumber Pendanaan dan Dukungan Stakeholder
Prof. Dr. Jamaluddin Malik menjelaskan bahwa dana untuk program revitalisasi berasal dari berbagai sumber. “Kami mengalokasikan 60% dari dana operasional universitas yang telah kami sisihkan selama lima tahun terakhir. Sisanya berasal dari kerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta dukungan dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah,” jelasnya.
Dukungan dari berbagai pihak juga mengalir sebelum program ini resmi diluncurkan. Gubernur Sulawesi Tenggara, Nur Alam, dalam siratnya kepada universitas, mengapresiasi inisiatif Unismuh Kendari dan menjanjikan bantuan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp 5 miliar untuk tahap pertama pembangunan.
“Universitas Muhammadiyah Kendari adalah aset berharga bagi Sulawesi Tenggara. Investasi dalam infrastruktur pendidikan adalah investasi untuk masa depan masyarakat kita,” kata Nur Alam dalam surat yang dibacakan oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Agus Fatoni, pada acara peluncuran.
Selain itu, Dekan Fakultas Ilmu Politik Unismuh Kendari, Dr. Hasanuddin Saleh, S.IP., M.AP., mengungkapkan bahwa unit akademiknya telah menerima komitmen pendanaan dari Pusat Studi Kebijakan Publik sejumlah Rp 3 miliar untuk pengembangan laboratorium penelitian dan pengembangan kapasitas dosen peneliti.
Dampak Bagi Ekosistem Akademik
Program revitalisasi infrastruktur ini diharapkan membawa dampak signifikan bagi ekosistem akademik Universitas Muhammadiyah Kendari secara keseluruhan. Pertama, peningkatan daya tarik universitas bagi calon mahasiswa baru. Dengan fasilitas modern, kampus ini diperkirakan akan menarik lebih banyak pendaftar, terutama mahasiswa berprestasi dari seluruh Indonesia.
Kedua, peningkatan kualitas proses pembelajaran dan penelitian. Dosen dan mahasiswa akan memiliki akses ke fasilitas modern yang mendukung pembelajaran berbasis teknologi dan riset yang lebih mendalam. Laboratorium dan learning center yang baru akan memungkinkan penelitian dalam bidang ilmu politik, tren demokrasi, dan kebijakan publik dengan standar internasional.
Ketiga, penciptaan lapangan kerja baru. Proyek revitalisasi akan menciptakan sekitar 800 lapangan kerja konstruksi dalam dua tahun ke depan, baik untuk tenaga kerja lokal maupun profesional dari luar daerah.
Keempat, dampak ekonomi lokal yang positif. Proyek senilai Rp 45 miliar ini akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kendari melalui peningkatan permintaan bahan bangunan, konsumsi tenaga kerja, dan layanan pendukung lainnya.
“Kami juga berharap dengan infrastruktur yang lebih baik, universitas dapat meningkatkan akreditasi program studi dan memperoleh status akreditasi A untuk semua program yang kami tawarkan,” tambah Dr. Hasanuddin Saleh.
Perspektif Mahasiswa dan Dosen
Tanggapan positif juga datang dari mahasiswa dan dosen Universitas Muhammadiyah Kendari. Ketua Bem Fakultas Ilmu Politik, Rafli Andrian, mahasiswa tingkat akhir, mengungkapkan antusiasme tinggi terhadap program ini.
“Sebagai mahasiswa, kami sangat menantikan fasilitas-fasilitas baru ini. Perpustakaan digital akan sangat membantu kami dalam mengakses jurnal penelitian terkini. Learning center juga akan menjadi tempat yang ideal untuk diskusi dan kolaborasi dengan teman-teman dari program studi lain,” kata Rafli Andrian saat ditemui di Aula Fakultas.
Sementara itu, Prof. Dr. Andi Rianto, dosen senior Fakultas Ilmu Politik yang telah mengajar selama 20 tahun, menganggap program ini sebagai momentum penting bagi pengembangan universitas.
“Saya telah menunggu momen seperti ini selama bertahun-tahun. Dengan infrastruktur yang lebih baik, saya dapat mengembangkan kurikulum penelitian yang lebih komprehensif dan melibatkan mahasiswa dalam proyek-proyek riset yang lebih ambisius. Ini akan meningkatkan reputasi akademik universitas di tingkat nasional bahkan regional,” ungkapnya.
Tantangan dan Komitmen Pelaksanaan
Meskipun antusiasme tinggi, Rektor Jamaluddin Malik juga mengakui bahwa program revitalisasi berskala besar ini memiliki tantangan tersendiri. Tantangan utama terletak pada manajemen proyek yang kompleks, koordinasi dengan berbagai stakeholder, dan memastikan kualitas konstruksi sesuai standar yang ditetapkan.
“Kami telah menunjuk PT. Karya Utama Nusantara, perusahaan konstruksi terkemuka dengan pengalaman membangun fasilitas pendidikan, sebagai kontraktor utama. Kami juga telah membentuk tim pengawas independen yang akan memastikan setiap tahap konstruksi sesuai spesifikasi dan jadwal yang telah ditetapkan,” jelas Rektor.
Selain itu, universitas juga berkomitmen untuk meminimalkan gangguan terhadap kegiatan akademik selama proses konstruksi berlangsung. Gedung-gedung baru akan dibangun di area ekspansi kampus yang terpisah dari zona akademik utama, sementara renovasi gedung existing akan dilakukan secara bertahap selama libur semester.
Visi Jangka Panjang
Lebih jauh, program revitalisasi infrastruktur ini bukan hanya sekadar perbaikan fasilitas fisik, tetapi juga bagian dari visi jangka panjang Universitas Muhammadiyah Kendari untuk menjadi universitas terkemuka di Sulawesi Tenggara dan diakui secara nasional dalam bidang pendidikan ilmu politik dan administrasi publik.
Rencana pengembangan lima tahun ke depan juga mencakup peningkatan program akademik, mulai dari program sarjana, magister, hingga program doktoral dalam bidang Ilmu Politik dan Pemerintahan. Universitas juga merencanakan kerjasama akademik dengan universitas-universitas terkemuka di Indonesia dan mancanegara untuk pertukaran dosen dan mahasiswa.
“Kami ingin Universitas Muhammadiyah Kendari menjadi pusat keunggulan dalam pendidikan ilmu politik dan demokrasi di kawasan Asia Tenggara. Program revitalisasi ini adalah langkah awal menuju visi besar tersebut,” kata Rektor dengan penuh keyakinan.
Penutup
Program revitalisasi infrastruktur Universitas Muhammadiyah Kendari senilai Rp 45 miliar yang diluncurkan pada 9 April 2026 ini menandai komitmen nyata institusi pendidikan tersebut terhadap peningkatan kualitas akademik dan kesejahteraan sivitas akademikanya. Dengan lima komponen pembangunan utama yang direncanakan secara matang, dukungan dari berbagai stakeholder, dan manajemen proyek yang profesional, program ini diharapkan dapat diselesaikan sesuai jadwal pada akhir tahun 2028.
Bagi mahasiswa, dosen, dan masyarakat Kendari pada umumnya, program ini membawa harapan baru bahwa pendidikan berkualitas tinggi dapat diakses di daerah mereka sendiri tanpa perlu merantau ke kota-kota besar. Universitas Muhammadiyah Kendari, dengan infrastruktur yang ditingkatkan, siap berkontribusi lebih besar lagi dalam menghasilkan lulusan berkualitas yang mampu menjawab tantangan masa depan Indonesia.
Program revitalisasi ini juga menjadi simbol optimisme bahwa institusi pendidikan di daerah dapat terus berkembang dan berkompetisi dengan universitas-universitas di pusat, asalkan didukung oleh visi yang jelas, manajemen yang profesional, dan komitmen yang konsisten dari seluruh pemangku kepentingan.
(Selesai)
—
Catatan Editor: Artikel ini ditulis berdasarkan informasi dari konferensi pers Universitas Muhammadiyah Kendari pada tanggal 9 April 2026 dan wawancara dengan berbagai sumber.