Kendari – Semangat kompetisi dan kreativitas mahasiswa Fakultas Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Kendari kembali mengguncang panggung festival olahraga dan seni budaya tingkat universitas yang diselenggarakan pada 15 April 2026 di kompleks olahraga kampus Unismuh Kendari. Acara bergengsi tahunan ini tidak hanya menjadi wadah bagi mahasiswa menampilkan bakat, tetapi juga sebagai media penunjang pengembangan karakter dan soft skill yang penting bagi calon pemimpin bangsa di era modern.
Dalam festival yang berlangsung meriah selama tiga hari penuh, Fakultas Ilmu Politik berhasil menorehkan catatan prestasi yang membanggakan dengan meraih 12 medali emas, 8 medali perak, dan 6 medali perunggu. Pencapaian ini menempatkan fakultas dengan logo warna biru maroon tersebut pada posisi ketiga dalam perolehan medali keseluruhan, melampaui ekspektasi awal yang dicanangkan oleh pimpinan fakultas dan organisasi kemahasiswaan.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, festival kali ini menampilkan inovasi signifikan dalam kategori kompetisi yang ditawarkan. Panitia penyelenggara menambahkan tiga kategori baru yang mencerminkan tren seni kontemporer, yakni dance fusion modern, fotografi dokumenter, dan debat kebijakan publik. Penambahan kategori ini mendapat respons antusias dari seluruh kalangan mahasiswa, tidak terkecuali dari sivitas akademika Fakultas Ilmu Politik yang sejak awal sudah mempersiapkan diri dengan intensif.
Prestasi paling menonjol datang dari cabang olahraga futsal putra dan putri, di mana kedua tim Fakultas Ilmu Politik berhasil mendominasi pertandingan. Tim futsal putra Fakultas Ilmu Politik mengalahkan Fakultas Teknik dengan skor 4-2 dalam pertandingan final yang berlangsung sengit pada hari Minggu pukul 15.30 Wita. Sementara itu, tim futsal putri melengkapi prestasi dengan meraih medali perak setelah kalah dalam pertandingan final melawan Fakultas Ekonomi dengan skor 3-1.
“Kami sangat bersyukur atas pencapaian para atlet futsal kami. Mereka telah berlatih selama dua bulan dengan disiplin tinggi, mengikuti program latihan yang terstruktur dan didampingi oleh pelatih profesional. Kemenangan ini bukan hanya mengenai keterampilan teknis bermain, melainkan juga menunjukkan semangat kebersamaan dan dedikasi yang luar biasa,” ujar Dr. H. Sutrisno, S.Sos., M.Si., Dekan Fakultas Ilmu Politik Unismuh Kendari, dalam wawancara eksklusif pada Senin, 16 April 2026.
Selain futsal, mahasiswa Fakultas Ilmu Politik juga mencatatkan prestasi gemilang di cabang olahraga voli putri dengan meraih medali emas setelah mempertahankan gelar juara dari tahun sebelumnya. Tim yang dipimpin oleh kapten Siti Nur Azizah, mahasiswi tingkat ketiga jurusan Pemerintahan, berhasil mengalahkan Fakultas Hukum dalam pertandingan final dengan skor 3-0. Keberhasilan ini mencerminkan konsistensi dan kualitas pelatihan yang berkelanjutan di kalangan atlet voli kampus.
Dalam kategori seni dan budaya, mahasiswa Fakultas Ilmu Politik menunjukkan keragaman bakat yang luar biasa. Paduan suara mahasiswa “Harmoni Politisi,” sebuah grup musik vokal yang terdiri dari 24 anggota, berhasil meraih medali emas dalam kategori seni vokal dengan membawakan lagu-lagu nusantara dan kontemporer. Penampilan mereka yang memukau dalam fashion berwarna seragam hitam-emas berhasil menyentuh hati penonton dan dewan juri yang hadir.
“Kami memilih untuk menyajikan perpaduan antara lagu tradisional Indonesia dengan aransemen modern. Hal ini dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya lokal tetap relevan dan dapat diekspresikan melalui gaya kontemporer. Setiap anggota Harmoni Politisi telah menginvestasikan waktu dan energi yang besar untuk mencapai harmoni sempurna,” jelas Fauziah Rahman, koordinator paduan suara “Harmoni Politisi,” saat ditemui di gedung rektorat Unismuh Kendari.
Pencapaian lain yang patut diapresiasi adalah medali emas yang diraih oleh pasangan penari Mawar Indah dan Rudi Hermawan dalam kategori tari tradisional Sulawesi Tenggara. Mereka menampilkan “Tari Saronde,” sebuah tarian khas daerah Kendari yang jarang ditampilkan di kalangan generasi muda. Kostum yang mereka gunakan juga merupakan hasil kreativitas mahasiswa Jurusan Pemerintahan yang berkerja sama dengan pengrajin lokal di sekitar kampus.
“Kami ingin memastikan bahwa mahasiswa tidak hanya cerdas dalam hal akademik, tetapi juga memiliki apresiasi yang mendalam terhadap warisan budaya lokal. Tari Saronde adalah bagian dari identitas budaya Sulawesi Tenggara yang perlu dilestarikan melalui generasi muda. Keikutsertaan mahasiswa kami dalam festival ini adalah bentuk komitmen nyata terhadap pelestarian budaya,” ujar Drs. H. Bambang Sutrisno, M.Ed., Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Unismuh Kendari, yang turut hadir menyaksikan pertandingan tari pada hari kedua festival.
Inovasi kategori debat kebijakan publik yang diselenggarakan kali ini mendapat sambutan luar biasa positif dari mahasiswa Fakultas Ilmu Politik. Debat ini dirancang khusus untuk membangun keterampilan bernalar kritis dan berkomunikasi secara efektif mengenai isu-isu kebijakan kontemporer yang relevan dengan disiplin ilmu politik. Tiga mahasiswa Fakultas Ilmu Politik berhasil menembus final dan meraih medali emas dalam kategori ini setelah berhasil membantah argumentasi dari pesaing mereka dengan data dan logika yang solid.
Tema debat tahun ini adalah “Desentralisasi Fiskal dalam Konteks Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Sulawesi Tenggara,” sebuah topik yang sangat relevan dengan dinamika pemerintahan lokal Provinsi Sulawesi Tenggara. Peserta debat dimulai dari proses seleksi internal yang melibatkan puluhan mahasiswa dari berbagai tingkat akademik, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan intensif selama satu bulan sebelum festival berlangsung.
“Program debat ini sangat penting bagi pengembangan mahasiswa Fakultas Ilmu Politik karena melatih mereka untuk berpikir analitis dan menyampaikan argument secara persuasif. Kemenangan para debater kami menunjukkan bahwa mahasiswa Unismuh Kendari tidak tertinggal dalam hal kualitas berpikir akademik dibandingkan dengan mahasiswa dari universitas lain di Sulawesi Tenggara,” ungkap Dr. Hj. Siti Zainab, S.Ip., M.Si., Ketua Program Studi Pemerintahan Fakultas Ilmu Politik, dalam sesi diskusi santai di kantor dekanat.
Pencapaian spektakuler juga datang dari ajang kompetisi fotografis yang merupakan kategori baru dalam festival tahun ini. Tiga karya fotografi mahasiswa Fakultas Ilmu Politik berhasil masuk dalam seleksi final dan meraih medali perak dalam kategori “Fotografi Dokumenter Kehidupan Sosial.” Ketiga fotografer tersebut menampilkan dokumentasi visual mengenai rutinitas kehidupan masyarakat nelayan di pesisir Kendari, yang berhasil menceritakan kisah perekonomian lokal dengan cara yang artistik dan menyentuh emosi.
Keterlibatan mahasiswa dalam berbagai cabang olahraga dan seni budaya memberikan dampak positif yang signifikan terhadap pengembangan kepribadian dan soft skill mereka. Banyak mahasiswa yang menyatakan bahwa pengalaman berpartisipasi dalam festival ini telah meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan bekerja sama dalam tim, dan apresiasi terhadap keberagaman budaya.
“Saya belajar banyak hal dari pengalaman mengikuti futsal di festival kali ini. Selain keterampilan teknis bermain, saya juga belajar tentang pentingnya disiplin, leadership, dan bagaimana mengelola stres dalam situasi kompetisi. Hal-hal ini sangat berguna bagi saya dalam menghadapi tantangan akademik dan kehidupan sehari-hari,” cerita Ahmad Rizki Pratama, mahasiswa tingkat ketiga Jurusan Pemerintahan, yang merupakan salah satu pemain andalan dalam tim futsal putra.
Dari perspektif institusional, prestasi yang diraih mahasiswa Fakultas Ilmu Politik dalam festival ini mencerminkan komitmen universitas dalam mengembangkan mahasiswa secara holistik. Unismuh Kendari memahami bahwa pendidikan berkualitas tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan akademik, tetapi juga pada pengembangan karakter, kreativitas, dan kemampuan praktis yang dibutuhkan dalam dunia kerja profesional.
“Universitas Muhammadiyah Kendari percaya bahwa mahasiswa yang berkualitas adalah mereka yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepribadian yang baik, kreatif, dan mampu beradaptasi dengan berbagai situasi. Oleh karena itu, kami terus mendorong partisipasi aktif mahasiswa dalam kegiatan ekstrakurikuler seperti olahraga dan seni budaya. Festival ini adalah bukti nyata dari komitmen tersebut,” jelas Ir. H. Amir Hamzah, M.Sc., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam pidato penutupan festival pada Selasa, 17 April 2026.
Kesuksesan festival olahraga dan seni budaya tahun ini juga tidak terlepas dari dukungan infrastruktur yang memadai dan pengelolaan yang profesional dari pihak panitia. Kompleks olahraga kampus yang telah diperbarui tahun lalu terbukti mampu menampung berbagai jenis pertandingan dengan fasilitas yang cukup standar. Selain itu, sistem dokumentasi dan publikasi melalui media sosial dan website kampus membuat festival ini dapat disaksikan oleh komunitas yang lebih luas, melampaui peserta yang hadir secara langsung.
Untuk ke depannya, pihak kampus telah merencanakan beberapa pengembangan lebih lanjut terkait festival olahraga dan seni budaya ini. Salah satunya adalah dengan menambah kategori kompetisi yang lebih beragam, seperti esports, literasi digital, dan inovasi sosial yang juga mencerminkan tren terkini di kalangan mahasiswa. Selain itu, Unismuh Kendari juga berencana untuk membuka kesempatan bagi mahasiswa dari universitas lain untuk berpartisipasi, sehingga festival tidak hanya sebagai ajang internal kampus tetapi juga sebagai wadah kompetisi antar universitas di tingkat kota atau provinsi.
Dengan pencapaian gemilang yang telah diraih oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Politik dalam festival ini, diharapkan semangat dan motivasi tersebut dapat terus dijaga dan dikembangkan. Para mahasiswa diharapkan tidak hanya fokus pada prestasi dalam kompetisi, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai yang didapat melalui pengalaman berorganisasi dan berolahraga dalam kehidupan akademik dan masyarakat mereka kelak.
Semangat juara yang ditunjukkan oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Politik Unismuh Kendari dalam festival olahraga dan seni budaya ini merupakan indikasi positif bahwa generasi muda Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin dan agen perubahan sosial yang berkontribusi nyata bagi pembangunan bangsa. Pencapaian ini patut menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa Unismuh Kendari untuk terus menggali dan mengembangkan potensi mereka baik dalam bidang akademik maupun non-akademik.